Imbal hasil obligasi pemerintah Tiongkok tenor 10 tahun turun ke sekitar 1,73% pada hari Senin, memperpanjang penurunan sesi sebelumnya seiring dimulainya kembali perdagangan setelah libur dan para investor mencerna keputusan People’s Bank of China untuk mempertahankan suku bunga pinjaman acuan. Bank sentral menahan loan prime rate (LPR) satu tahun di 3,0% dan LPR lima tahun di 3,5% selama tiga belas bulan berturut-turut, menyoroti sikap hati-hati para pembuat kebijakan ketika mereka berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas keuangan. Perekonomian masih menunjukkan momentum yang tidak merata: ekspor tetap relatif tangguh, namun belanja konsumen dan sektor properti masih berada di bawah tekanan berkepanjangan. Meskipun bank sentral kembali menegaskan sikap kebijakan moneter yang “moderately loose”, pasar semakin memperkirakan bahwa Beijing akan lebih memilih langkah-langkah stimulus yang terarah daripada pelonggaran moneter secara luas dalam beberapa bulan mendatang.