Bank Nasional Hungaria menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6% pada pertemuan bulan Juni 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar, sehingga melanjutkan kembali siklus pelonggaran kebijakan moneternya seiring inflasi yang terus melandai. Penurunan tekanan harga didukung oleh penguatan forint dan turunnya biaya impor. Nilai tukar mata uang tersebut telah menguat lebih dari 8% terhadap euro sejak awal tahun, sehingga secara signifikan memperbaiki prospek inflasi Hungaria dengan menurunkan biaya barang impor. Laju inflasi tahunan melambat menjadi 1,8% pada Mei dari level tertinggi tiga bulan sebesar 2,1% pada April, memberikan ruang tambahan bagi para pembuat kebijakan untuk melakukan pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Sikap pelonggaran ini berbanding terbalik dengan kebijakan banyak bank sentral Eropa lainnya, di mana risiko inflasi terkait energi yang dipicu ketegangan geopolitik membuat kebijakan moneter tetap relatif ketat.