Kontrak berjangka bijih besi turun di bawah CNY 740 per ton, mendekati level terendahnya dalam hampir satu tahun, seiring pembatasan perdagangan baru Uni Eropa terhadap impor baja yang memperburuk prospek permintaan. Komisi Eropa telah memperkenalkan sistem kuota baru untuk membatasi arus masuk baja bebas bea ke blok tersebut, dengan tujuan melindungi industri baja kawasan dan meningkatkan utilisasi kapasitas.
Di sisi pasokan, ketersediaan global bijih besi tetap berlimpah, sementara persediaan di pelabuhan-pelabuhan China berada dekat level tertinggi dalam sejarah. Pada saat yang sama, permintaan baja dari sektor konstruksi China tetap lemah, dan permintaan yang didorong oleh aktivitas manufaktur terus melemah — pola yang berpotensi bertahan selama beberapa bulan. Ekspor bersih baja juga berada di bawah level kuat yang terlihat pada periode yang sama tahun lalu, sehingga semakin menekan sentimen.