Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia naik 60 poin, atau 1,1%, ke level 5.703 pada Rabu siang, memutus tren penurunan tiga hari pada hari perdagangan pertama di bulan Juli seiring masuknya pemburu saham murah setelah pasar menyentuh level terendah tiga minggunya. Indeks acuan tersebut berbalik dari pelemahan di awal sesi, dengan minat beli yang meluas ke saham-saham bahan baku, energi, dan infrastruktur.
Selera risiko membaik setelah pemerintah menurunkan harga LNG industri untuk membantu menekan biaya produksi, sementara Presiden Prabowo bersiap meluncurkan mandat biodiesel B50 guna memperkuat ketahanan energi. Investor juga mengabaikan data perdagangan Mei yang lemah, yang menunjukkan defisit pertama sejak April 2020 di tengah ekspor yang melemah dan impor yang tetap tangguh.
Pada saat yang sama, inflasi meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan pada Juni namun masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia. Dari eksternal, sentimen turut ditopang oleh kinerja kuat Wall Street pada paruh pertama 2026, yang sebagian didorong oleh kenaikan saham emiten chipmaker.
Penguatan mencolok di Jakarta antara lain terlihat pada Petrindo Jaya Kreasi (+13,2%), Merdeka Battery Materials (+6,5%), Vale Indonesia (+6,1%), dan Medco Energi (+3,9%).