Yen Jepang melemah ke sekitar 162 per dolar pada hari Senin, menghapus kenaikan pada sesi sebelumnya seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang membebani mata uang tersebut. Selama akhir pekan, AS dan Iran kembali melakukan serangan rudal di tengah perselisihan yang berkelanjutan terkait pengiriman di Selat Hormuz, yang mendorong kenaikan harga minyak dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga untuk menahan inflasi.
Perekonomian dan mata uang Jepang sangat rentan terhadap kenaikan harga minyak, mengingat ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak mentah dari Timur Tengah. Yen juga mendapat tekanan tambahan dari penguatan dolar AS, yang terus diuntungkan oleh permintaan aset aman (safe haven) di tengah gejolak geopolitik.
Pada hari Jumat lalu, yen sempat menguat setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan bahwa pemerintah akan mendesak dana pensiun domestik untuk meningkatkan alokasi mereka pada aset keuangan Jepang.