Defisit neraca perdagangan barang India melebar menjadi USD 30,43 miliar pada Juni 2026 dari USD 19,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, melampaui perkiraan pasar yang memperkirakan defisit sebesar USD 26,5 miliar. Ini merupakan defisit terdalam sejak Januari dan yang terbesar yang pernah tercatat untuk bulan Juni. Impor melonjak 31% menjadi USD 70,84 miliar, juga rekor tertinggi untuk bulan Juni, karena perang di Timur Tengah dan tarif AS yang dirancang untuk membatasi pembelian minyak Rusia oleh India mendorong kenaikan harga energi impor. Lonjakan impor ini terjadi meskipun terdapat tekanan penurunan yang berkelanjutan terhadap nilai tukar rupee India, yang dalam kondisi normal akan menahan volume pembelian dari luar negeri. Sebaliknya, ekspor tumbuh dengan laju yang lebih moderat, naik 15,5% menjadi USD 40,4 miliar. Pengiriman ke Amerika Serikat kemungkinan tetap kuat, karena pelaku usaha berupaya mempercepat pesanan sebelum berakhirnya perjanjian dagang AS–India yang saat ini berlaku pada bulan Juli, yang dapat membuat produsen dalam negeri menghadapi tarif yang lebih tinggi.