Harga emas turun lebih dari 2% menjadi $4.020 per ounce pada hari Senin, memperpanjang kerugiannya untuk sesi kedua berturut-turut, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama. Selama akhir pekan hingga Senin, pasukan AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone dalam skala besar. Teheran mengklaim telah menghantam instalasi militer AS di seluruh Teluk dan menutup Selat Hormuz, mendorong harga minyak naik lebih dari 4%. Sebagai dampaknya, investor meningkatkan taruhan pada pengetatan lebih lanjut oleh Federal Reserve, dengan pasar berjangka kini memberikan hampir 70% probabilitas untuk kenaikan suku bunga pada bulan September. Dalam konteks ini, Ketua Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan testimoni kebijakan moneter perdananya di hadapan Kongres pada hari Selasa, dan pasar akan mencermati komentarnya untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek kebijakan. AS juga akan merilis sejumlah indikator ekonomi penting pekan ini, termasuk indeks harga konsumen bulan Juni dan data penjualan ritel.