Saham Indonesia naik 38 poin, atau 0,6%, ke level 6.074 pada awal perdagangan Selasa, memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya didukung penguatan saham-saham energi, siklikal, dan infrastruktur. Sentimen pasar membaik setelah S&P menegaskan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia di BBB/A-2 dengan outlook stabil, seraya mencatat bahwa risiko dari tingginya harga energi, kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian kebijakan dapat diimbangi oleh pendapatan komoditas yang kuat, pengeluaran pemerintah yang tertahan, serta reformasi lanjutan di sektor sumber daya.
Kondisi fiskal juga memberikan dukungan, dengan pendapatan negara hingga pertengahan tahun mencapai 46,3% dari target tahunan, naik 21,4% secara tahunan. Namun, kenaikan lebih lanjut tertahan oleh penurunan tajam pada futures AS setelah Wall Street melemah semalam, tertekan oleh janji Presiden Trump untuk kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz.
Investor tetap berhati-hati menjelang rilis data perdagangan China untuk bulan Juni yang akan diumumkan kemudian pada hari itu, disusul data aktivitas ekonomi dan PDB kuartal II yang dijadwalkan rilis pada Rabu. Di antara saham yang bergerak signifikan adalah Energi Mega Persada (+10,8%), Indika Energy (+8,1%), Kalbe Farma (+2,1%), dan Bukit Asam (+1,2%).