Laju inflasi tahunan AS diperkirakan melambat menjadi 3,8% pada Juni 2026 dari 4,2% pada Mei, merupakan perlambatan pertama dalam empat bulan setelah menyentuh level tertinggi sejak April 2023. Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (CPI) diperkirakan turun 0,1%, yang akan menjadi penurunan bulanan pertama sejak Mei 2020, terutama didorong oleh turunnya biaya energi.
Harga bensin diperkirakan turun sekitar 9% setelah gencatan senjata antara AS dan Iran, sehingga meredakan tekanan inflasi dari komponen energi. Tarif tiket pesawat dan sewa tempat tinggal diperkirakan mengalami kenaikan yang moderat, sementara harga jasa—khususnya tarif hotel dan motel—kemungkinan akan meningkat seiring menguatnya permintaan terkait FIFA World Cup. Premi asuransi kendaraan bermotor juga diperkirakan akan kembali naik.
Sementara itu, harga konsumen inti diperkirakan naik 0,2% untuk bulan kedua berturut-turut, sehingga laju inflasi inti tahunan tetap stabil di 2,9%.