Euro diperdagangkan sedikit di bawah $1,14, bergerak di dekat level terendah dalam satu tahun terhadap dolar AS, seiring investor bereaksi terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, serta kekhawatiran yang semakin besar bahwa inflasi akan membebani kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi. Ketidakpastian terkait pasokan energi meningkat setelah militer AS melanjutkan serangan terhadap Iran, menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran dan usulannya mengenai pungutan 20% untuk menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz. Sebagai respons, pasar meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh European Central Bank, dengan pasar uang kini memperkirakan suku bunga deposito akan berada di 2,70% pada Desember, naik dari 2,25%, dan sepenuhnya memasukkan skenario kenaikan pada September. Di AS, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller memperingatkan bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga “dalam waktu dekat” jika inflasi tetap berada di atas target 2%. Investor kini berfokus pada pernyataan yang akan datang dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dan rilis data inflasi AS yang akan diumumkan hari ini.