Futures indeks saham AS melemah untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa, karena kekhawatiran baru bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama mendorong kenaikan imbal hasil Treasury menjelang rilis data inflasi utama. Futures S&P 500 turun sekitar 0,3%, sementara futures Dow Jones Industrial Average merosot sekitar 500 poin. Sebaliknya, aksi jual terbaru pada saham-saham semikonduktor terhenti, membantu menstabilkan futures Nasdaq 100.
Harga energi memperpanjang kenaikan setelah Iran menyerang kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dan AS memberi sinyal rencana untuk memperketat blokadenya sebagai respons. Sentimen risk-off diperkuat oleh pernyataan bernada hawkish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, yang memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk menekan inflasi inti yang masih bertahan di level tinggi.
Saham-saham teknologi hyperscale berorientasi AI anjlok tajam di perdagangan pra-pasar, dengan Microsoft dan Oracle masing-masing turun sekitar 3%, sementara SpaceX tergelincir 1%, menghapus hampir seluruh kenaikan pasca-IPO. Sektor keuangan juga mendapat tekanan: JPMorgan turun 2,5% meski melaporkan laba kuartalan tertinggi sepanjang masa, Bank of America melemah 0,8% setelah melampaui ekspektasi laba, dan Wells Fargo turun 2% meskipun hasilnya juga dinilai lebih baik dari perkiraan.