Euro menguat ke $1,145, level tertingginya sejak 19 Juni, didorong oleh pelemahan dolar secara broad-based setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Investor juga bereaksi terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak, yang memicu kekhawatiran mengenai prospek inflasi, kebijakan moneter, dan pertumbuhan ekonomi. Militer AS melanjutkan serangan terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran dan mengusulkan biaya 20% untuk pengamanan transit melalui Selat Hormuz, sehingga meningkatkan ketidakpastian atas pasokan energi global. Sebagai respons, pasar meningkatkan ekspektasi mereka terhadap pengetatan lebih lanjut oleh European Central Bank, dengan pasar uang kini memproyeksikan suku bunga deposito sebesar 2,70% pada Desember (naik dari 2,25%) dan sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan September.