FTSE 100 menguat tipis pada hari Selasa dalam sesi perdagangan yang bergejolak, didukung oleh data inflasi AS yang lebih rendah dan keputusan Presiden Donald Trump untuk membatalkan rencana penerapan biaya atas kargo yang melintasi Selat Hormuz.
Inflasi tahunan AS melambat menjadi 3,5% pada Juni dari 4,2% pada Mei, di bawah perkiraan sebesar 3,8%. Data yang lebih lemah tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Federal Reserve. Sentimen pasar semakin terangkat setelah Trump membatalkan usulan biaya transit 20% dan memilih perjanjian investasi dengan negara-negara Teluk, yang mengindikasikan bahwa pendapatan akan diperoleh dari investasi AS di masa depan.
Saham energi dan keuangan memimpin penguatan. Shell naik 0,9%, sementara BP menguat 1,6%. Di antara saham perbankan, HSBC naik 1,7%, Lloyds Banking Group bertambah 1%, dan Standard Chartered menguat 1,6%. Saham pertambangan juga berkinerja kuat, dengan Rio Tinto naik 3% dan Glencore menguat 3,2%.
Di sisi lain, AstraZeneca turun lebih dari 1,5%, GSK melemah hampir 2%, dan baik Unilever maupun Rolls-Royce terkoreksi sekitar 0,6%.