Yen Jepang diperdagangkan di sekitar 159,4 per dolar pada hari Jumat dan berada di jalur untuk melemah sekitar 1% sepanjang pekan, karena ketiadaan intervensi lanjutan dari otoritas membuat spekulan semakin berani untuk terus bertaruh terhadap mata uang tersebut. Yen kini telah menyerahkan kira-kira setengah dari penguatan yang tercapai pada akhir Juli dan awal Agustus, ketika Tokyo dan Washington melakukan intervensi bersama dalam jumlah rekor. Yen tetap tertekan oleh faktor-faktor struktural, termasuk selisih suku bunga yang lebar, meningkatnya kekhawatiran fiskal, serta tingginya biaya energi dan impor. Pada saat yang sama, pasar berspekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan pada September atau Oktober di tengah kekhawatiran bahwa pelemahan yen dapat memicu inflasi. US Treasury Secretary Scott Bessent juga menyatakan bahwa Jepang sebaiknya melengkapi intervensi nilai tukar dengan kebijakan dan fundamental ekonomi yang menopang yen.