Minyak mentah menguat ke $81,8 per barel pada hari Jumat, naik hampir 5% sepanjang pekan seiring Amerika Serikat meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran agar membuka kembali Selat Hormuz. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan Washington akan memberlakukan langkah-langkah ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya sambil mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan tindakan lanjutan yang diharapkan akan diumumkan pekan depan. International Energy Agency juga memperingatkan risiko defisit pasokan global yang lebih dalam, dan memproyeksikan bahwa tahun 2026 akan mencatat kekurangan pasokan paling lebar dalam lima tahun terakhir.
Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan mengenai pembukaan kembali Hormuz, meskipun sebelumnya sempat ada optimisme bahwa kesepakatan sudah dekat. Pejabat AS mengatakan pasukan Amerika memperkuat kapasitas mereka untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi selat tersebut, meskipun perjalanan masih berisiko, dengan laporan bahwa beberapa tanker mematikan transponder mereka. Di Laut Merah, milisi Houthi yang didukung Iran menargetkan kilang Jazan milik Saudi Arabia, sehingga menambah ketegangan kawasan. Pada saat yang sama, tambahan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah diperkirakan akan tiba di AS, memberikan sedikit keringanan bagi tingkat persediaan yang sudah rendah.