Saham Selandia Baru turun 112 poin, atau 0,8%, dan ditutup pada level 13.768 pada hari Jumat, melanjutkan penurunan sesi sebelumnya dan menyentuh level terendah sejak 17 Agustus. Penurunan ini dipimpin oleh pelemahan saham sektor utilitas, teknologi, dan keuangan.
Kehati-hatian investor meningkat menjelang keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand minggu depan, dengan pasar secara luas memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps setelah kenaikan pada Mei. Sentimen turut tertahan karena pelaku pasar menunggu pidato Ketua US Federal Reserve di simposium Jackson Hole untuk mencari panduan mengenai prospek suku bunga The Fed pada pertemuan mendatang.
Beberapa saham yang melemah antara lain Infratil (-1,9%), Meridian Energy (-1,9%), dan Fisher & Paykel (-0,9%). Port of Tauranga tergelincir 0,3% setelah melaporkan penurunan laba bersih.
Sebaliknya, Channel Infrastructure naik 6,9% setelah membukukan lonjakan laba bersih untuk paruh pertama 2026, sementara Sky Network TV melesat 5,7% setelah lebih dari dua kali lipatkan laba bersihnya.
Secara mingguan, indeks melemah 1,5%, penurunan mingguan pertama dalam satu bulan.