Imbal hasil obligasi pemerintah Brazil tenor 10 tahun turun menjadi 14,25% dari level tertinggi dua minggu di 14,5% yang dicapai pada 15 September, mencerminkan penurunan harga energi dan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Brazil. BCB menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 13,75% dan sengaja menjaga panduan ke depan tetap terbuka, dengan menyatakan bahwa kondisi ketidakpastian saat ini menuntut kehati-hatian dan kewaspadaan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Ini merupakan rapat kebijakan terakhir bank tersebut sebelum pemilihan presiden bulan Oktober.
Tekanan pada imbal hasil juga bertambah akibat turunnya harga minyak, yang mengurangi peluang perubahan sikap bank sentral ke arah yang lebih hawkish. Pada saat yang sama, kenaikan elektabilitas Flávio Bolsonaro dalam pemilihan presiden turut memberikan dukungan tambahan bagi obligasi Brazil, karena pasar cenderung memandang Bolsonaro sebagai sosok yang konservatif secara fiskal. Meski demikian, tingkat imbal hasil domestik yang tinggi dan lesunya aktivitas bisnis masih membebani prospek ekonomi negara tersebut.