Indeks Hang Seng menguat 0,9%, atau sekitar 214 poin, ke kisaran 24.819 pada hari Jumat, seiring turunnya harga minyak dan melemahnya imbal hasil US Treasury yang mendorong sentimen pasar. Perbaikan ini terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan tambahan akhir tahun ini. Harga Brent crude turun menembus $104 per barel setelah penurunan tiga hari berturut-turut, sehingga membantu meredakan kekhawatiran atas inflasi dan kenaikan biaya pinjaman. Rebound kuat Wall Street semalam, dengan S&P 500 dan Nasdaq sama-sama menguat lebih dari 1%, turut mendukung selera risiko di pasar Asia. Di Hong Kong, saham-saham teknologi memimpin penguatan, mencerminkan reli saham teknologi di AS. Pencetak kenaikan yang menonjol antara lain Z.AI Co. (naik 4,5%), Tencent (0,7%), Lenovo (2,7%), MiniMax (7,3%), dan SMIC (2,4%). Para investor tetap memantau perkembangan di Timur Tengah dan prospek pengetatan kebijakan moneter AS lebih lanjut, sambil mengalihkan perhatian pada pertemuan yang dijadwalkan pekan depan antara Presiden Trump dan Presiden Xi.