Laju inflasi tahunan Malaysia naik tipis menjadi 1,9% pada Agustus 2026, sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 1,8% dan level terendah empat bulan di Juli, namun tetap berada jauh di dalam kisaran target Bank Negara Malaysia yaitu 1½% hingga 2½%. Pertumbuhan harga menguat di sejumlah kategori utama, termasuk makanan dan minuman non-alkohol (1,9% vs 1,8% pada Juli), minuman beralkohol dan tembakau (2,8% vs 2,7%), perumahan (2,1% vs 1,8%), perlengkapan dan peralatan rumah tangga (0,4% vs 0,3%), kesehatan (1,3% vs 1,1%), transportasi (2,0% vs 1,4%), restoran dan jasa akomodasi (2,1% vs 2,0%), serta barang dan jasa lain-lain (3,2% vs 2,9%).
Inflasi pakaian tetap tidak berubah di 0,1%. Sementara itu, tekanan harga mereda pada kategori informasi dan komunikasi (2,6% vs 3,4%), rekreasi dan budaya (1,1% vs 1,2%), pendidikan (1,9% vs 2,0%), serta asuransi dan jasa keuangan (1,0% vs 1,1%). Inflasi inti turun tipis menjadi 1,7% pada Agustus, level terendah sejak Desember 2024, dari 1,8% pada Juli. Secara bulanan, harga konsumen naik 0,3%, bangkit dari tingkat datar pada Juli.