Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ AnisaLees Trading Journal

back
Jurnal Trader:::2026-08-07T07:06:58

AnisaLees Trading Journal

Jurnal Trading Jumat, 7 Agustus 2026 Analisa Market USD/JPY Selamat pagi teman-teman trader. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan hasil trading yang maksimal. Pada kesempatan kali ini saya kembali mengupdate jurnal harian dengan pembahasan mengenai pergerakan pasangan mata uang USD/JPY. Berdasarkan pengamatan saya, saat ini mulai muncul potensi rebound setelah harga sebelumnya mengalami penurunan cukup tajam hingga menyentuh area support di kisaran 156,770. Berikut adalah analisa teknikal yang saya gunakan sebagai acuan. Jika mengacu pada time frame Daily, terlihat bahwa harga mulai menunjukkan upaya pemulihan setelah sebelumnya mendapat tekanan jual yang cukup kuat. Dari area support sekitar 156,900, harga berhasil bangkit dan bergerak naik hingga berada di kisaran 158,300. Rebound ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai berkurang karena sebelumnya harga telah menyentuh lower Bollinger Band yang sering menjadi area jenuh jual (oversold). Meski demikian, peluang pelemahan lanjutan masih tetap perlu diwaspadai. Hal ini disebabkan posisi harga saat ini masih berada di bawah EMA 50 dan juga middle Bollinger Band, yang menunjukkan bahwa tren utama masih cenderung bearish. Selain itu, indikator MACD juga belum memberikan sinyal pembalikan yang kuat. Histogram masih bergerak di bawah garis sinyal dan berada di area negatif, sehingga momentum turun masih lebih dominan dibandingkan tekanan beli. Beralih ke time frame H4, mulai terlihat adanya peluang penguatan jangka pendek. Histogram MACD terus bergerak naik mendekati garis nol. Apabila berhasil melakukan breakout ke atas, maka harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area EMA 50 di kisaran 159,500. Menariknya, level tersebut juga bertepatan dengan zona Drop Base Drop (DBD) yang berfungsi sebagai area supply terdekat pada time frame H4. Apabila nantinya harga berhasil mencapai area tersebut namun mengalami rejection, maka kondisi itu dapat menjadi peluang untuk kembali mencari posisi sell searah dengan tren utama yang masih bearish. Dengan kata lain, kenaikan saat ini lebih berpotensi menjadi retracement sebelum melanjutkan penurunan berikutnya. Sebagai rencana trading, area 159,300 dapat dijadikan referensi untuk mencari peluang entry sell, dengan penempatan stop loss di sekitar 160,600 guna mengantisipasi apabila harga berhasil menembus area supply. Sementara itu, target penurunan berada di kisaran 156,000, mengikuti arah tren utama yang masih didominasi oleh seller. Kesimpulannya, pasangan mata uang USD/JPY masih berada dalam tren turun pada time frame yang lebih besar. Walaupun saat ini terjadi recovery dari area support akibat kondisi oversold, selama harga masih berada di bawah EMA 50 dan belum mampu menembus area supply penting, maka skenario sell on rally tetap menjadi pilihan yang lebih menarik dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin. Sekian jurnal trading hari ini. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca, semoga analisa ini dapat menjadi referensi tambahan dan tetap utamakan manajemen risiko dalam setiap pengambilan keputusan trading.
Selamat siang bos AnisaLee, selamat menjalankan kegiatan pada hari ini. Ijin mengomentari pada pasangan mata uang USD/JPY.

AnisaLees Trading Journal

Pivot Point Harian Support 3: 156.82 Support 2: 157.18 Support 1: 157.81 Pivot Point : 158.18 Resistent 1: 158.81 Resistent 2: 159.18 Resistent 3: 159.80 Berdasarkan grafik USD/JPY timeframe H1, pergerakan harga masih berada dalam struktur bullish meskipun momentum kenaikan mulai melambat setelah terjadi lonjakan tajam. Harga saat ini bergerak di sekitar 158.37, berada di atas Moving Average (garis merah), yang menunjukkan tren jangka pendek masih cenderung positif. Namun, setelah menembus Pivot Point harian di 158.18, harga belum mampu melanjutkan kenaikan secara signifikan dan justru bergerak konsolidasi di kisaran 158.30–158.50. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar sedang menunggu katalis baru sebelum menentukan arah berikutnya. Dari sisi Pivot Point, level 158.18 kini berubah fungsi menjadi support utama. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang melanjutkan tren naik masih tetap terbuka. Apabila terjadi koreksi, support berikutnya berada di 157.81, yang juga berdekatan dengan area Moving Average sehingga berpotensi menjadi zona beli kembali. Jika tekanan jual semakin kuat hingga menembus 157.81, maka peluang koreksi menuju 157.18 akan meningkat. Sebaliknya, apabila harga mampu bertahan dan kembali menguat dari area Pivot Point, target kenaikan berikutnya berada di Resistance 1 (158.81), kemudian Resistance 2 (159.18), dan dalam skenario bullish yang lebih kuat dapat menguji Resistance 3 (159.80). Indikator Stochastic (5,3,3) menunjukkan nilai sekitar 39.06 dan 41.71, dengan kedua garis bergerak di area bawah level 50. Kondisi ini mencerminkan momentum bullish mulai melemah dalam jangka pendek, tetapi belum memasuki area oversold. Posisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memiliki ruang untuk bergerak ke salah satu arah. Apabila garis Stochastic membentuk persilangan ke atas dari area ini, maka sinyal tersebut dapat mendukung kelanjutan tren naik menuju resistance berikutnya. Sebaliknya, jika indikator terus bergerak turun dan memasuki area oversold, maka kemungkinan harga akan mengalami koreksi lebih dalam sebelum melanjutkan tren utamanya. Struktur candlestick juga menunjukkan adanya fase konsolidasi setelah impuls bullish yang kuat. Beberapa candle terakhir memiliki tubuh relatif kecil dengan sumbu atas dan bawah yang cukup panjang, menandakan keseimbangan sementara antara tekanan beli dan jual. Situasi seperti ini sering kali menjadi fase istirahat pasar sebelum terjadi breakout. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi berupa penembusan yang jelas di atas 158.50 untuk membuka peluang beli dengan target menuju 158.81 hingga 159.18. Sebaliknya, apabila harga turun di bawah 158.18, maka skenario koreksi menuju 157.81 menjadi lebih dominan. Secara keseluruhan, bias pergerakan USD/JPY pada timeframe H1 masih bullish selama harga bertahan di atas Pivot Point 158.18 dan tetap berada di atas Moving Average. Namun, momentum kenaikan saat ini mulai melambat sehingga potensi konsolidasi atau koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Strategi yang lebih konservatif adalah menunggu konfirmasi arah dari area Pivot Point. Breakout di atas area 158.50–158.81 akan memperkuat peluang kenaikan lanjutan menuju 159.18 bahkan 159.80, sedangkan penembusan di bawah 158.18 akan membuka peluang koreksi ke 157.81 dan 157.18. Dengan demikian, level Pivot Point menjadi acuan utama untuk menentukan arah transaksi, sementara indikator Stochastic berfungsi sebagai konfirmasi momentum agar keputusan trading memiliki probabilitas yang lebih baik.
Forum pengguna
Bagikan artikel ini:
back
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...