Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Opeope No Mi's Trading Journal

back
Jurnal Trader:::2026-10-08T05:53:59

Opeope No Mi's Trading Journal

Update Jurnal Trading Harian Ope, Kamis 8 Oktober 2026 Selamat siang rekan-rekan semuanya, Ope ucapkan banyak terima kasih bagi teman-teman yang sudah berkunjung serta meramaikan jurnal trading harian yang sederhana ini. Untuk hari ini Ope akan membagikan analisa pada market pair GbpUsd untuk mendapatkan entry yang baik dengan menggunakan indikator Moving Average sebagai acuan analisa teknikalnya. Analisa market pair GbpUsd pada jendela waktu Harian Perdagangan di market pair GbpUsd yang berlangsung di hari Rabu kemarin kembali berbalik arah dari bullish menjadi bearish menandakan bahwa seller masih terus mendominasi perdagangan begitu market dibuka dengan terus menekan harga bergerak turun bearish menjauhi ke bawah area resistance seller di harga 1.3271-1.3270 yang tidak bisa ditembus oleh tekanan bullish buyer sehingga harga pair GbpUsd langsung turun bearish karena kuatnya tekanan bearish seller. Diamati pada jendela waktu Harian dengan menggunakan teknikal Moving nampak market pair GbpUsd berada dalam kendali seller yang mampu kembali unggul atas buyer dengan terus menekan harga pair GbpUsd bergerak turun bearish dengan menjauhi ke bawah area MA 100 Biru yang berada di harga 1.3399 dengan didukung oleh terbentuknya candlestick bearish yang cukup kuat menandakan bahwa seller masih berpotensi mendominasi market untuk terus menekan harga pair GbpUsd melemah bearish lebih dalam lagi pada perdagangan hari ini. Seller pastinya akan terus berupaya menjaga momentum bearishnya saat ini dengan terus menekan harga semakin turun maka berpotensi bearish menuju ke area support buyer terdekatnya yang berada di harga 1.3145-1.3140. Perdagangan di hari Kamis pagi hari ini di sesi market Asia pergerakan harga masih dikuasai oleh seller yang terus berupaya menjaga keunggulannya atas buyer dengan terus menekan harga pair GbpUsd kembali melemah bearish dengan menargetkan harga bisa menuju ke area support buyer terdekatnya yang berada di harga 1.3174-1.3173. Jika area resistance ini bisa ditembus dengan kuat oleh seller maka harga akan semakin turun bearish lebih dalam lagi dengan target selanjutnya menuju ke area support buyer berikutnya yang berada di harga 1.3141-1.3140. Namun jika buyer mampu membendung laju bearish seller di support terdekatnya maka harga berpotensi menguat bullish dengan menargetkan harga menuju ke area resistance seller terdekatnya di harga 1.3256-1.3257. Kesimpulan : Opsi perdagangan beli atau buy bisa dilakukan bila harga berhasil menembus area resistance seller dengan menempatkan area pending order buy stop di harga 1.3256-1.3257 dengan menempatkan area TP di harga 1.3307-1.3308. Opsi perdagangan Jual atau sell bisa dilakukan bila harga berhasil menembus area support buyer dengan menempatkan area pending order sell stop di harga 1.3174-1.3173 dengan menempatkan area TP di harga 1.3141-1.3140. GBP/USD Timeframe H1

Opeope No Mi's Trading Journal

Berdasarkan grafik GBP/USD timeframe H1, pergerakan harga saat ini menunjukkan bahwa pasangan mata uang ini berada dalam kondisi bearish cenderung kuat dalam jangka pendek, setelah sebelumnya mengalami kenaikan hingga area 1.3280-an dan kemudian mengalami rejection serta penurunan secara bertahap. Harga terakhir terlihat berada di sekitar 1.3201, tepat di sekitar area support horizontal 1.3200. Posisi harga terhadap MA 100 dan MA 200 juga memberikan gambaran bahwa tekanan seller masih lebih dominan, meskipun area 1.3200 saat ini menjadi titik yang sangat penting untuk menentukan apakah penurunan akan berlanjut atau terjadi rebound. Secara struktur, GBP/USD sebelumnya sempat menunjukkan kemampuan untuk bergerak naik. Pada akhir September hingga awal Oktober, harga beberapa kali bergerak di area 1.3230–1.3260 dan bahkan sempat mengalami lonjakan menuju sekitar 1.3300 pada 30 September. Namun, kenaikan tersebut tidak mampu dipertahankan. Setelah menyentuh area resistance tinggi, harga kembali turun dan membentuk struktur lower high. Pergerakan berikutnya juga memperlihatkan tekanan jual yang semakin jelas, terutama setelah harga gagal mempertahankan area 1.3255. Dengan demikian, struktur pasar pada grafik H1 saat ini lebih condong kepada pola lower high dan lower low. MA 100 yang ditampilkan dengan garis biru berada di sekitar area 1.3230–1.3235. Garis tersebut terlihat mulai bergerak menurun setelah sebelumnya relatif mendatar. Harga saat ini berada cukup jauh di bawah MA 100, sehingga moving average tersebut berfungsi sebagai resistance dinamis. Kondisi ini menunjukkan bahwa buyer belum mampu mengambil kembali kendali jangka pendek. Selama harga tetap berada di bawah MA 100, kenaikan GBP/USD masih berpotensi dipandang sebagai retracement daripada perubahan tren. MA 200 yang ditampilkan dengan garis merah berada lebih tinggi, yaitu sekitar 1.3250–1.3255. Posisi MA 200 di atas harga memberikan konfirmasi tambahan terhadap bias bearish. Lebih menarik lagi, MA 200 saat ini juga terlihat memiliki kecenderungan menurun. Artinya, bukan hanya harga yang berada di bawah MA 200, tetapi moving average tersebut juga mulai mencerminkan tekanan negatif dari struktur harga sebelumnya. Area MA 200 berdekatan dengan resistance horizontal 1.3255, sehingga terdapat konfluensi teknikal yang cukup kuat di wilayah tersebut. Dengan kondisi tersebut, area 1.3255 menjadi resistance yang sangat penting. Level ini bukan hanya resistance horizontal, tetapi juga berada di sekitar MA 200. Apabila GBP/USD melakukan rebound dari area 1.3200 dan mampu naik menuju 1.3255, reaksi harga di sana perlu diperhatikan dengan sangat serius. Jika muncul rejection bearish, hal tersebut akan mengindikasikan bahwa seller masih mempertahankan struktur turun. Sebaliknya, jika harga mampu menembus 1.3255 dengan candle H1 yang kuat dan kemudian bertahan di atasnya, tekanan bearish jangka pendek mulai kehilangan validitasnya. Resistance berikutnya berada di sekitar 1.3284. Level ini merupakan area yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan harga dan kemudian kembali menjadi titik rejection. Apabila 1.3255 berhasil ditembus, 1.3284 akan menjadi target resistance berikutnya. Namun, untuk mencapai area tersebut, buyer harus terlebih dahulu melewati MA 200 dan membangun struktur higher high. Penembusan 1.3284 akan memberikan sinyal yang jauh lebih positif karena berarti harga berhasil mengambil kembali area penting yang sebelumnya menjadi titik distribusi. Di atas 1.3284 terdapat resistance 1.3309, yang menjadi level tertinggi pada struktur horizontal dalam grafik. Area 1.3309 dapat dianggap sebagai resistance mayor. Apabila GBP/USD mampu menembus 1.3309, maka struktur bearish H1 yang terlihat saat ini akan mengalami perubahan yang signifikan. Akan tetapi, selama harga masih berada jauh di bawah level tersebut, resistance 1.3309 lebih tepat digunakan sebagai target lanjutan dalam skenario bullish, bukan sebagai level yang sedang diuji dalam kondisi pasar sekarang. Dari sisi support, 1.3200 merupakan level yang paling penting untuk diperhatikan saat ini. Harga terakhir berada tepat di sekitar level tersebut, sehingga pasar sedang berada pada zona keputusan. Level 1.3200 sebelumnya menjadi area reaksi harga dan saat ini kembali diuji setelah penurunan dari 1.3280-an. Jika buyer mampu mempertahankan 1.3200, terdapat peluang terjadinya technical rebound. Namun, rebound tersebut harus mendapatkan konfirmasi melalui kemampuan harga untuk menembus kembali resistance terdekat, khususnya 1.3220–1.3235 dan kemudian 1.3255. Support berikutnya berada di sekitar 1.3179. Level ini merupakan support yang cukup kuat pada grafik karena sebelumnya harga pernah mengalami tekanan turun hingga area tersebut sebelum membentuk rebound. Oleh karena itu, apabila 1.3200 ditembus secara meyakinkan, perhatian pasar akan beralih ke 1.3179. Penembusan 1.3179 akan menjadi sinyal bearish yang lebih kuat karena harga akan menciptakan lower low baru dan menunjukkan bahwa buyer gagal mempertahankan area support utama. Pergerakan harga terbaru memperlihatkan adanya tekanan seller yang cukup konsisten. Setelah mengalami rejection di area 1.3280-an, harga turun melewati MA 100, kemudian bergerak di bawah MA 200 dan akhirnya mendekati 1.3200. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa setiap kenaikan relatif mudah mendapatkan tekanan jual. Bahkan, ketika harga sempat bergerak naik dari area 1.3190 menuju 1.3210-an, recovery tersebut belum mampu membentuk struktur bullish yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa buyer masih bersifat defensif. Jika harga mampu mempertahankan 1.3200, skenario rebound tetap terbuka. Dalam skenario tersebut, target awal berada pada area 1.3230–1.3235, yang berdekatan dengan MA 100. MA 100 akan menjadi ujian pertama bagi buyer. Jika berhasil ditembus, target berikutnya berada di 1.3255, yang sekaligus berdekatan dengan MA 200. Penembusan 1.3255 akan menjadi konfirmasi yang lebih baik bahwa momentum bullish mulai berkembang. Setelah itu, area 1.3284 menjadi resistance berikutnya, kemudian 1.3309 sebagai resistance mayor. Namun, jika harga justru menembus 1.3200 dengan candle H1 yang kuat dan mampu melakukan close di bawah level tersebut, bias bearish akan semakin dominan. Dalam kondisi tersebut, potensi penurunan menuju 1.3179 menjadi lebih besar. Support 1.3179 kemudian menjadi area penentu berikutnya. Apabila level tersebut juga ditembus, struktur bearish akan semakin kuat karena pasar menciptakan lower low baru. Dalam kondisi seperti itu, buyer perlu membangun base baru sebelum dapat mengharapkan reversal yang berarti. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara MA 100 dan MA 200. MA 100 berada di bawah MA 200, sementara keduanya cenderung mengarah ke bawah. Konfigurasi tersebut merupakan karakteristik yang mendukung bearish trend. Selama konfigurasi ini bertahan, strategi teknikal yang mengandalkan pembelian pada setiap kenaikan perlu dilakukan dengan lebih selektif karena kenaikan berpotensi hanya merupakan retracement menuju moving average sebelum seller kembali masuk. Kesimpulan, Secara keseluruhan, GBP/USD H1 saat ini memiliki bias bearish, dengan harga berada di bawah MA 100 dan MA 200 serta kedua moving average menunjukkan kecenderungan menurun. Struktur harga setelah rejection di area 1.3284 juga memperlihatkan pola lower high yang mendukung dominasi seller. 1.3200 menjadi support kunci saat ini. Selama level tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound menuju 1.3230–1.3235 masih terbuka. Jika MA 100 berhasil ditembus, perhatian berikutnya tertuju pada 1.3255, yang menjadi resistance penting sekaligus area MA 200. Breakout 1.3255 dapat membuka ruang menuju 1.3284 dan selanjutnya 1.3309. Sebaliknya, apabila 1.3200 ditembus secara valid, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 1.3179. Penembusan 1.3179 akan memperkuat struktur bearish dan menunjukkan bahwa seller berhasil menciptakan lower low baru. Dengan demikian, area 1.3200–1.3255 merupakan zona penentu arah GBP/USD H1. Selama harga berada di bawah MA 100 dan MA 200, bias utama masih bearish. Pembalikan menjadi bullish baru akan memiliki dasar teknikal yang lebih kuat apabila harga berhasil merebut kembali 1.3255, kemudian menembus 1.3284 dengan struktur higher high dan higher low. Untuk kondisi saat ini, level 1.3200 menjadi pertahanan utama buyer, sedangkan MA 100, MA 200, dan resistance 1.3255 menjadi penghalang utama yang harus ditembus apabila buyer ingin mengambil kembali kendali pasar.
photo
Forum pengguna
Bagikan artikel ini:
back
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...