Yen Jepang terus mengalami penurunan intraday yang moderat terhadap dolar AS, menyusul komentar hati-hati dari International Monetary Fund (IMF). Namun, penurunan ini tetap terbatas, seiring dengan meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan terus memperketat kebijakan moneternya.
Pernyataan terbaru dari pejabat senior BoJ menunjukkan komitmen kuat untuk menaikkan suku bunga, yang dapat mempersempit perbedaan suku bunga antara BoJ dan bank sentral utama lainnya, termasuk Federal Reserve. Hal ini memberikan dukungan bagi yen, mencegah penurunan yang lebih tajam.
Meskipun demikian, kinerja dolar AS yang lesu mencegah USD/JPY memanfaatkan rebound terbarunya dari level di bawah 151,00, level terendah sejak 10 Desember. Para trader tetap berhati-hati, menunggu rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS, yang diperkirakan dapat memengaruhi arah pasar.
Breakout ke bawah 152,60, tempat simple moving average (SMA) 100 hari dan 200 hari bertemu, telah menjadi sinyal bearish utama. Osilator pada grafik harian tetap berada di wilayah negatif yang dalam, menunjukkan potensi berlanjutnya penurunan. Setiap pergerakan naik dapat dilihat sebagai peluang jual, dengan resistance diperkirakan berada di dekat level psikologis 152,00. Jika harga terus naik, resistance kunci berikutnya terletak di 152,60, diikuti oleh level bulat 153,00.
Di sisi lain, 151,00 sekarang berfungsi sebagai support terdekat. Breakout ke bawah 151,00 dapat menyebabkan penurunan berlanjut menuju 150,55–150,50 dan kemudian level psikologis kritis 150,00. Jika harga turun di bawah 150,00, penurunan kemungkinan berlanjut menuju 149,60, sebelum berpotensi menguji 149,00 dan level terendah Desember di dekat 148,65.