Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Dolar Menempatkan Dirinya dalam Bahaya

parent
Analisis Forex:::2026-08-20T22:39:13

Dolar Menempatkan Dirinya dalam Bahaya

Ingin melemahkan lawanmu? Mulailah dari dirimu sendiri. Kurang lebih seperti inilah rencana Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang mengumumkan bahwa Treasury akan "setidaknya melipatgandakan" pembelian kembali obligasi jangka panjang. Reaksinya langsung terasa: dolar AS turun ke level terendah sejak Mei.

Dinamika Dolar dan Imbal Hasil Treasury

Dolar Menempatkan Dirinya dalam Bahaya

Dolar tidak mampu menahan pelemahannya sendiri. Greenback itu seolah-olah justru "menyodorkan bahu" untuk menerima pukulan, dengan memungkinkan imbal hasil obligasi tenor 30 tahun mereda setelah sempat naik ke level yang terakhir kali terlihat pada 2007. Selain itu, Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa mata uang yang lemah bukan masalah, melainkan alat untuk meningkatkan daya saing. Menurut Evercore ISI, Bessent benar-benar menyambut baik langkah ini, karena mengurangi ketidakseimbangan perdagangan dan mempermudah kehidupan para eksportir.

Namun, di balik tampilan mulia itu tersembunyi perhitungan yang sinis. Citigroup menilai bahwa harga utama dari upaya mengendalikan imbal hasil adalah dolar yang lebih lemah. Faktanya, Washington tengah memilih antara krisis utang dan krisis mata uang, dan pilihan itu sudah dijatuhkan dengan mengorbankan greenback. Satu prajurit tak bisa memenangkan perang sendirian, dan dolar tampaknya siap mengorbankan sebagian kekuatannya untuk menghindari skenario yang lebih destruktif di pasar Treasury.

Meski begitu, masih terlalu dini untuk menghapuskan greenback. State Street mengingatkan bahwa arus masuk modal ke saham-saham AS yang didorong oleh kecerdasan buatan dan kenaikan harga minyak terus memberikan dukungan kuat bagi indeks USD. Diferensial suku bunga antara Federal Reserve dan European Central Bank juga masih berpihak pada dolar — ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember belum sirna, meski risalah pertemuan FOMC terakhir memberikan sinyal yang tidak pasti.

Reaksi Mata Uang terhadap Tindakan Treasury

Dolar Menempatkan Dirinya dalam Bahaya

Sementara itu, dedolarisasi tidak lagi dianggap sebagai teori konspirasi, melainkan hipotesis kerja di Deutsche Bank, yang menyarankan klien untuk mempertimbangkan emas, franc, dan euro sebagai alternatif terhadap greenback dalam beberapa bulan mendatang. Mata uang Asia dan Eropa mendapatkan ruang gerak tambahan justru karena Washington melonggarkan tangannya sendiri untuk melakukan intervensi di pasar utang dan valuta asing — pertama bersama Jepang untuk menopang yen, dan kini di pasar obligasi pemerintahnya sendiri.

Dengan demikian, dolar AS menempatkan dirinya sendiri dalam posisi berisiko — bukan karena hantaman pihak lain, melainkan akibat perhitungannya sendiri. Ini merupakan dua hal yang berbeda. Pasangan EUR/USD menguat karena emosi pasar, bukan karena kondisi fundamental ekonomi Eropa, yang masih jauh dari fase ekspansi yang meyakinkan.

Dolar Menempatkan Dirinya dalam Bahaya

Apakah Washington dapat mengendalikan konsekuensi dari eksperimennya sendiri, ataukah dolar AS sudah membayar harga yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya?

Secara teknikal, pada grafik harian, EUR/USD sedang membentuk pola 20-80. Terlepas dari tren jangka menengah yang "bullish" dalam kerangka Wolf Waves, penurunan di bawah level support 1,167 mengindikasikan perlunya penjualan jangka pendek. Jika itu tidak terjadi, posisi beli yang telah dibuka sebelumnya sebaiknya tetap dipertahankan.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...