
Semalam, Fed merilis hasil pertemuan kedua terakhir tahun ini. Secara keseluruhan, tidak ada perubahan besar pada kebijakan, dan tidak ada pengumuman mencolok yang disampaikan. Ketua Fed, Kevin Warsh, mengatakan bawhwa inflasi masih berada pada level tinggi, tetapi kondisi perekonomian dan pasar tenaga kerja saat ini memberi ruang bagi otoritas moneter untuk kembali menaikkan biaya pinjaman guna mendinginkan indeks harga konsumen. Dengan kata lain, Fed tetap mengikuti jalur yang telah dinyatakan dengan jelas—menaikkan suku bunga kebijakan kira-kira di setiap pertemuan kedua sampai inflasi menunjukkan tanda-tanda melambat.
Apa maknanya bagi kita? Pertama, tidak ada suku bunga terminal eksplisit yang menjadi target Fed, atau batas atas di mana Fed tidak akan kembali melakukan pengetatan. Jika setelah kenaikan ketiga—yang secara tentatif diperkirakan terjadi pada Maret tahun depan— inflasi masih terus naik (tanpa memandang penyebabnya), Fed akan terpaksa terus melakukan pengetatan. Bagi pound, prospek ini bukan masalah: pergerakan sterling lebih bersifat teknikal, dan pelaku pasar GBP/USD tidak langsung menekan tombol jual setiap hari untuk setiap alasan. Pasar juga memantau Bank of England, yang dapat memulai siklus pengetatannya segera minggu depan. Namun, bagi euro, situasi ini menjadi masalah karena selama dua bulan terakhir pasar tidak melihat faktor positif apa pun bagi mata uang tersebut.
Dalam praktiknya, euro hanya bergerak turun atau mendatar. Karena itu, kami terus menekankan bahwa pelemahan euro selama dua bulan terakhir bukan terutama disebabkan oleh kebijakan bank sentral, ketegangan geopolitik (pound juga berstatus mata uang berisiko), protes di negara-negara Uni Eropa (yang sebagiannya sudah mereda), atau masalah anggaran Prancis (AS juga menghadapi persoalan anggaran). Euro turun karena euro turun. Sayangnya, tidak ada penjelasan yang lebih baik.
Kembali ke Kevin Warsh dan terobosannya. Mulai 2027, Fed kembali akan menggelar delapan pertemuan per tahun seperti sebelumnya, tetapi satu pertemuan akan dikhususkan untuk membahas strategi moneter alih-alih melakukan pemungutan suara atas suku bunga kebijakan; tidak akan ada komunike kebijakan yang diterbitkan pada kesempatan itu. Mulai 2028 akan ada dua pertemuan "tanpa pemungutan suara" seperti ini, dan FOMC hanya akan mengambil keputusan suku bunga pada enam pertemuan per tahun.
Warsh menjelaskan perubahan ini dengan menyoroti kebutuhan untuk menyediakan selang waktu yang kaya data untuk dianalisis dan memberi ruang bagi perenungan intelektual serta diskusi strategis. Untuk saat ini, inisiatif Warsh menimbulkan pertanyaan: mengapa hal ini diperlukan? Pola delapan pertemuan telah digunakan Fed sejak 1981. Tidak ada ketua Fed sebelumnya yang menilai perlu pertemuan strategi terpisah. Di masa lalu pernah muncul usulan sesekali untuk mengurangi jumlah pertemuan penetapan suku bunga, tetapi ide-ide tersebut ditolak karena bank sentral akan kehilangan kemampuan bereaksi cepat terhadap perubahan ekonomi. Warsh tidak gentar; ia yakin bahwa waktu untuk berpikir akan menguntungkan perekonomian dan Fed. Bagaimanapun, Fed secara bertahap mengurangi ruang geraknya sendiri.
Rekomendasi trading untuk EUR/USD:
EUR/USD terus bergerak turun, tetapi kami masih memandang penurunan ini sebagai koreksi sebelum dimulainya tren naik baru. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap tidak mendukung, tetapi pada 2026, geopolitik dan kemudian sikap hawkish Fed memberi dukungan kuat bagi mata uang AS. Selama harga berada di bawah moving average, Anda dapat mempertimbangkan posisi jual dengan target di 1,1108 dan 1,0986. Di atas moving average, posisi beli relevan dengan target di 1,1230 dan 1,1353.
Rekomendasi trading untuk GBP/USD:
GBP/USD telah memulai tren naik yang berpotensi menjadi tren berkepanjangan. Kebijakan Donald Trump akan terus memberi tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan pelemahan dolar jangka panjang. Tahun 2026 sejauh ini positif bagi dolar karena faktor geopolitik dan inflasi mendorong aliran modal ke aset aman dan memaksa Fed kembali ke jalur pengetatan. Namun, pada time frame mingguan, pasangan ini masih bergerak mendatar di kisaran 1,3150–1,3780 dalam tren naik empat tahun terakhir, yang mendukung pandangan bullish jangka menengah terhadap sterling. Pertimbangkan posisi beli dengan target di 1,3428 dan 1,3489 jika harga berada di atas moving average. Harga di bawah moving average membuka peluang posisi jual dengan target di 1,3245 dan 1,3184.
Penjelasan ilustrasi:
- Channel regresi membantu mengidentifikasi tren saat ini. Jika kedua channel bergerak ke arah yang sama, tren tersebut kuat.
- Moving average (pengaturan 20, 0, diperhalus) menentukan kecenderungan jangka pendek dan arah trading yang disarankan.
- Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi harga.
- Volatility bands (garis merah) menandai kisaran harga yang paling mungkin ditempati pasangan ini untuk 24 jam ke depan berdasarkan volatilitas saat ini.
- Indikator CCI yang memasuki area oversold (di bawah -250) atau overbought (di atas +250) mengindikasikan potensi pembalikan tren yang akan segera terjadi.
