Meskipun aktivitas bisnis di AS tumbuh sejak awal April hingga pertengahan Mei 2024, banyak perusahaan Amerika merasa pesimis. Situasi ini mengkhawatirkan. Federal Reserve berupaya menjernihkan situasi karena khawatir sentimen negatif makin kuat.
Survei Fed mengungkapkan bahwa pesimisme ini terkait dengan melemahnya permintaan konsumen dan kenaikan inflasi. Masalah utama untuk banyak perusahaan adalah merosotnya belanja konsumen. Risiko lain seperti konflik yang berlangsung di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik global makin menambah keprihatinan responden survei.
Belanja konsumen masih tetap datar atau sedikit mengalami kenaikan. Beberapa laporan terbaru menunjukkan bahwa banyak konsumen yang memangkas pengeluaran mereka. Sementara itu, bank-bank sentral berupaya menentukan seberapa lama mereka perlu menjaga suku bunga tetap di level tinggi.
Survei ini diterbitkan setiap enam minggu dan bank sentral AS mengamati dengan seksama tekanan harga dan tren ekonomi. Pada pertemuan tanggal 11-12 Juni, Federal Reserve akan membahas masalah-masalah ekonomi utama. Peluang kenaikan suku bunga yang baru rendah karena pejabat Fed perlu melihat data inflasi positif yang konsisten. Para pakar percaya bahwa tren positif ini perlu berlanjut selama beberapa bulan sebelum akhirnya mempertimbangkan pemotongan suku bunga.