Para analis memperingatkan bahwa kemajuan teknologi AI yang pesat berpeluang menjebak bank-bank besar dalam ketergantungan pada raksanan teknologi AS
Penerapan kecerdasan buatan sudah mengalami peningkatan yang dramatis sejak peluncuran ChatGPT di akhir tahun 2022. Sektor keuangan sudah menjadi pengguna utama dari inovasi ini, yaitu memanfaatkan AI untuk mendeteksi penipuan serta pencucian uang.
Para jajaran eksekutif di bank Eropa semakin khawatir apabila pengembangan dan penggunaan AI secara berkelanjutan dapat membuat lembaga keuangan terlalu bergantung pada penyedia teknologi. Bahadir Yilmaz, seorang analis di ING Group NV ADR, menjelaskan bahwa bank-bank kemungkinan akan menjadi semakin bergantung pada perusahaan teknologi raksasa untuk memenuhi infrastruktur dan peralatan dalam waktu dekat. Menurut Yilmaz, teknologi ini sangat diperlukan karena daya komputasi yang dibutuhkan untuk perhitungan ini sangat besar. Tidak realistis bagi bank untuk mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.
Ketergantungan pada raksasa teknologi AS ini menimbulkan risiko yang signifikan bagi sektor keuangan, termasuk bank-bank Eropa. Lembaga keuangan di Uni Eropa berusaha memilih penyedia teknologi mereka dengan hati-hati, berusaha menghindari ketergantungan pada satu perusahaan.
Para pakar yakin bahwa cara satu-satunya untuk mengakses kekuatan AI yang begitu besar adalah melalui bermitra dengan perusahaan teknologi besar. Pendekatan ini dipicu oleh kebutuhan untuk mengumpulkan dan memproses informasi analitis dan pemantauan yang sangat penting bagi bank.
Sementara itu, ING saat ini sedang menguji chatbot bertenaga AI yang menangani 2,5% dari obrolan layanan pelanggan yang masuk, yang juga menyoroti integrasi AI yang semakin berkembang ke dalam layanan perbankan.