Dalam sebuah keputusan bersejarah dan sama sekali tidak terduga, Presiden Perancis Emmanuel Macron membubarkan Majelis Nasional, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sejak tahun 1997. Pasar saham bereaksi dengan cepat, mengalami penurunan tak lama setelah berita tersebut.
Pengumuman ini muncul setelah partai Renaisans-nya mengalami kekalahan besar dalam pemilihan Parlemen Eropa. Macron juga menyerukan pemungutan suara cepat yang akan diadakan dalam dua putaran pada 30 Juni dan 7 Juli. Hal ini menyebabkan gejolak politik, yang pada gilirannya memicu aksi jual di pasar saham lokal, dengan indeks CAC 40, yang mewakili 40 perusahaan terbesar yang terdaftar di Euronext Paris, menukik sebesar 2,37% menjadi 7.812,52 poin. Indeks ini kemudian ditutup pada 7.867,46 poin, turun 1,68%.
Penurunan tajam pada CAC 40 didorong oleh penurunan tajam pada saham-saham bank-bank besar Perancis seperti BNP Paribas, Societe Generale, dan Crédit Agricole. Saham-saham tersebut turun antara 4% dan 7,5%. Obligasi pemerintah Perancis bertenor 10 tahun juga mengalami kerugian besar, dengan imbal hasil naik menjadi 3,19%.
Para investor mulai melarikan diri dari ekuitas Perancis di tengah ketidakpastian menyusul keputusan Presiden Macron untuk mengadakan pemilihan parlemen lebih awal. Jordan Bardella, pemimpin National Rally, telah menyerukan keputusan tersebut sesaat sebelum pernyataan Macron. Sebagai catatan, National Rally memenangkan hampir sepertiga suara dalam pemilihan Parlemen Eropa Perancis.