Presiden Argentina, Javier Milei, kini menghadapi ancaman pemakzulan akibat skandal cryptocurrency yang mengguncang citranya di mata publik. Menurut anggota parlemen oposisi di Argentina, Presiden Milei berisiko dimakzulkan karena kontroversi terkait aset crypto yang telah merugikan banyak investor.
Permintaan pemakzulan muncul setelah Milei secara terbuka mendukung cryptocurrency yang kurang dikenal, $LIBRA. Namun, tak lama setelah dukungannya, nilai token tersebut justru anjlok drastis. Minggu lalu, Milei mendorong masyarakat untuk membeli $LIBRA, yang sempat melonjak hingga $5 per koin. Namun, hanya dalam hitungan jam, nilainya kembali merosot ke $1.
Kamar fintech Argentina menyebut insiden ini sebagai contoh dari "rug pull", yakni skema penipuan di dunia crypto, saat pencipta token menarik investasi besar untuk menaikkan harga, lalu menjual aset mereka sebelum nilainya jatuh.
Anggota parlemen oposisi, Leandro Santoro, mengecam kejadian ini dengan menyatakan, "Skandal ini mempermalukan Argentina di panggung internasional dan harus diselidiki sebagai dasar pemakzulan terhadap presiden." Sejumlah politisi lainnya juga menyuarakan kekhawatiran terkait insiden ini. Setelah $LIBRA mendadak anjlok, Presiden Milei segera menghapus unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter) yang mempromosikan token tersebut.
Milei kemudian menjelaskan bahwa ia menghapus unggahan itu setelah mengetahui penyebab di balik jatuhnya nilai token tersebut. Namun, ia dengan tegas membantah keterlibatan langsung dalam proyek $LIBRA, menegaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan cryptocurrency tersebut.