Bank-bank sentral di seluruh dunia telah memasuki fase pembelian emas darurat dan mulai memindahkan cadangan mereka secara aktif ke luar Amerika Serikat. Data Goldman Sachs menunjukkan bahwa pada bulan Agustus saja, berbagai otoritas moneter telah membeli 79 ton emas, jumlah yang lebih dari empat kali lipat angka rata-rata historis. Sebelum tahun 2022, rata-rata pembelian bulanan hanya berkisar di angka 17 ton.
Geopolitik menjadi pendorong utama dari fenomena ini. Konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur, ditambah dengan kebijakan tarif Amerika Serikat yang semakin agresif, telah mengikis kepercayaan terhadap cadangan dalam bentuk dolar. Tiongkok tercatat sebagai pembeli terbesar; pada bulan Agustus, Beijing menambah sekitar 25 ton emas ke dalam cadangannya sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang negara-negara G7.
Bagi negara-negara maju yang secara historis memiliki cadangan emas dalam jumlah besar, tantangannya kini bukan lagi mengenai seberapa banyak emas yang harus dimiliki, melainkan di mana emas tersebut harus disimpan. Kepercayaan terhadap fasilitas penyimpanan di Amerika Serikat kian memudar. Menurut Goldman Sachs, jumlah emas yang disimpan di Federal Reserve Bank of New York berkurang sekitar 40 ton pada bulan Agustus, sementara cadangan emas di Bank of England justru meningkat sebanyak 46 ton dalam periode yang sama.
Bank-bank sentral Eropa telah memulangkan atau memindahkan lokasi penyimpanan emas mereka dengan berbagai alasan. Bank sentral Belanda (DNB) secara terbuka menyebutkan meningkatnya ketidakstabilan geopolitik sebagai alasan pemindahan 86 ton emas dari New York ke London, dengan tujuan memastikan akses yang cepat jika terjadi krisis. Bank sentral Prancis menempuh pendekatan yang lebih diplomatis: mereka menjual 129 ton emas di New York dan membeli jumlah yang sama di Eropa, dengan menjelaskan bahwa emas batangan yang berada di AS tersebut "tidak memenuhi" standar kemurnian 99,99%.
Tren untuk merahasiakan lokasi penyimpanan emas pun semakin menguat. Berbagai survei menunjukkan bahwa semakin banyak bank sentral yang menyembunyikan lokasi cadangan emas mereka serta merencanakan diversifikasi lebih lanjut terkait tempat penyimpanan di luar Amerika Serikat.