Android Pay memudahkan orang-orang membeli barang di toko ritel dengan menekan ponsel mereka ke terminal pembayaran toko. Pengguna kartu debit atau kartu kredit kemudian dikenakan biaya/ Layanan pembayaran baru ini sesuai dengan kartu bank yang diterbitkan seperti Discover, Visa, MasterCard, dan American Express.
Saat ini, semakin banyak pengusaha ritel memiliki alat yang mampu menerima pembayaran melalui ponsel. Oleh karena itu, orang-orang bisa menggunakan layanan ini pada 1 juta toko dam restoran disepanjang wilayah AS. Namun, Android Pay hanya tersedia pada Smartphone Android yang setidaknya memiliki versi KitKat, yang diluncurkan pada 2013.
Baru-baru ini, perusahaan besar global telah memasuki persaingan ketat untuk saham yang lebih besar pada pasar negara berkembang dari pengoperasian ponsel.
Para ahli dari Gartner think tank memperkirakan bahwa nilai transaksi pembayaran ponsel melampaui $235 miliar di 2014. Mereka memperkirakan pasar senilai $720 miliar denan lebih dari 450 juta pengguna ditahun 2017. Yang lebih penting, Perusahaan teknologi raksasa Google melaporkan penghasilan yang lebih baik dari yang diperkirakan di triwulan 2, karena mencatat pertumbuhan double digit pada penghasilan. Perusahaan mencatat bahwa permintaan yang tumbuh untuk produk Google menunjukkan hasil yang optimis.
"Setiap harinya kami fokus dalam mengembangkan kesempatan besar yang baru disepanjang kisaran bisnis yang luas. Kita akan melakukannya dengan seksama terkait alokasi sumber daya," Google mengatakan dalam pernyataannya.