Hong Kong tadinya merupakan koloni Inggris, setelahnya Hong Kong diserahkan ke pemerintahan Cina, namun kondisi bisnisnya masih tetap tidak berubah.
Nilai kebebasan ekonomi Hong Kong adalah 89.7 dari 100 poin. Sepuluh negara terdepan termasuk Australiua, Selandia Baru, Irlandia, Swiss, Kanada, Amerika Serikat, Denmark dan Chili.
Kanada mengalahkan Amerika Serikat sebagai negara yang paling bebas ekonomi di Amerika Utara. Cina mendapatkan nilai 51 poin, berada di peringkat 140 di antara 179 negara yang termasuk dalam survei. Cuba, Zimbabwe dan Korea Utara terdaftar paling akhir dalam Indeks Kebebasan Ekonomi.
Berdasarkan indeks tersebut, Georgia merupakan negara paling bebas ekonomi di Transcaucasia. Armenia memiliki peringkat ke-38. Azerbaijam dan Rusia sebagai zona khusus perekonomian berada di peringkat 96 dan 143, keduanya disusul oleh Ukraina yang diberikan peringkat 152. Cukup menarik, Equatorial Guinea, Kamerun, Etiopia, Nigeria dan beberapa negara Afrika berada di depan Rusia dan Ukraina.
Ketika memberikan peringkat, ahli dari Heritage Foundation dan The Wall Street Journal memberikan perhatian terhadap beberapa faktor seperti kebebasan perdagangan, kebebasan investasi, kebebasan finansial, intervensi pemerintah dalam perekonomian, kebebasan korupsi dan lain sebagainya.