Pada bulan April 2017, ekspor Jepang mengalami peingkatan selama lima bulan berturut-turut dikarenakan jumlah pengiriman barang ke Cina yang meningkat secara signifikan dalam sekala global. Keadaan ini juga berkontribusi terhadap pemulihan pertumbuhan ekonomi Jepang.
Menurut Menteri Keuangan Jepang, pertumbuhan ekspor Jepang hingga kini mengalami peningkatan hingga 7.5% per tahunnya. Para analis sudah memperkirakan akan ada peningkatan sebesar 8%, Sementara itu, impor Jepang meningkat hingga mencapai 15.1%, melampaui prediksi para pakar ekonomi yang hanya sekitar 14.8%.
Jepang mencatatkan surplus sebesar 481.7 miliar yen pada tahun lalu. Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi surplus sebesar 520.7 miliar yen.
Ekspor ke Cina yang merupakan partner terbesar Jepang, meningkat 14.8% ke rekor 1.19 triliun yen pada bulan April.
Sementara itu, pengiriman barang ke Amerika Serikat meningkat 2.6% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Tingkat ekspor ke Uni Eropa sendiri meningkat sebesar 2.2%.
Pada waktu yang sama, para pakar ekonomi mengatakan bahwa pengurangan apapun pada sektor ekspor dapat memengaruhi pemulihan berkelanjutan bagi perekonomian Jepang.
Pada kuartal pertama tahun 2017. perekonomian Jepang telah mengalami perkembangan yang setara dengan 5 kuartal berturut-turut. Ini merupakan periode terpanjang selama 11 tahun terakhir.
Mulai bulan Januari hingga Maret 2017, PDB Jepang tumbuh sebesar 2.2%, angka yang menunjukkan laju tercepat tahun ini.