Berdasarkan pada portal informasi News-Asia, Cina sedang memperluas wilayah baru dan berada dibawah kendali pada bagian dari Provinsi daerah Otonom Gorno-Badakhshan di Tajikistan. Ini bukanlah hasil dari operasi militer. Wilayah ini diserahkan sesuai dengan hak asasi manusia internasional. Dibawah persetujuan hutang eksternal, Dushanbe meloloskan Republik Rakyat Cina sebanyak 1,5 ribu kilometer persegi dari wilayah persengketaan. Pada 6 Mei, balatentara ina dikirim kesana. Dataran pegunungan tinggi, yang tidak sesuai untuk dijadikan tempat tinggal namun menarik bagi sumber daya alamnya, adalah tujuan Cina selanjutnya.
Keadaan semacam itu diperkirakan di awal tahun, namun tidak ada seorangpun yang menanggapinya dengan serius. Saat ini wilayah Tajikistan sudah diduduki oleh para militer dan perwaiklan sipil, yang akan memulai eksplorasi geologis. Otoritas negara secara formal melaksanakan amandemen pada hukum terkait dengan lapisan tanah bagian bahwa yang memungkinkan para pendatang asing melaksanakan usaha tambang.
Pengaruh Cina yang signifikan pada Tajikistan mulai meningkat. PRC sangat tertarik dalam memperluas wilayah tersebut dan mengekstraksi mineral. Data awal menunjukkan bahwa wilayah ini kaya dengan batu mulia, uranium dan mineral. Hingga saat ini, Daerah Otonom
Gorno-Badakhshan berada dibawah kendali para pasukan Cina. Berdasarkan pada dokumen-dokumen pemerintah, suku etnis Tajikistan harus meninggalkan wilayah ini, namun mereka tidak ingin menyerah. Ada kemungkinan akan terjadinya konflik militer, namun para ahli mengatakan bahwa Beijing kemungkinan tidak akan membiarkan hal ini terjadi dan akan membawa masalah ini pada meja persidangan.
FX.co ★ Cina terlalu ramai. Apa selanjutnya?
Humor Forex:::