Menurut Bloomberg, otoritas Prancis sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan keringanan pajak bagi pensiunan dalam upaya memerangi COVID-19. Simpanan tabungan yang dibangun oleh generasi yang lebih tua selama pandemi virus Corona melebihi €100 miliar ($110 miliar).
Menurut Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, jumlah tabungan pensiun yang berlebih bisa melampaui €200 miliar pada saat lockdown selesai. Bagian terbesar dari dana yang dialokasikan selama krisis telah disimpan oleh Prancis, jelas badan tersebut. Pemerintah Prancis percaya bahwa tabungan adalah cara yang tidak tepat untuk memulihkan aktivitas ekonomi.
Untuk pensiunan Prancis, transfer bebas pajak saat ini dibatasi di €63.730 setiap 15 tahun. Pihak berwenang tidak berencana menaikkan pajak atas tabungan ekstra. Namun, mereka siap mengerahkan akumulasi dana pensiun guna mendorong pemulihan ekonomi.
Bulan lalu, pemerintah Prancis memasuki gelombang ketiga pandemi virus Corona. Akibatnya, mulai 20 Maret tahun ini, Prancis memberlakukan lockdown selama empat minggu yang ketat di 16 wilayah negara, termasuk Paris. Sebelumnya, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memperingatkan puncak gelombang ketiga yang terbentuk di wilayah tersebut. Dia mengakui wabah virus Corona telah menempatkan Uni Eropa dalam situasi kritis. Sementara itu, masalah ini bisa diselesaikan, tegasnya.