Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Dunia akan alami krisis makanan

back back next
Humor Forex:::2022-05-20T13:46:03

Dunia akan alami krisis makanan

Di masa mendatang, produk makanan populer seperti berbagai jenis minyak dan sereal mungkin akan kekurangan pasokan, menurut Business Insider.

Terlebih, para analis di Business Insider yakin kini dunia sedang bergeser ke era proteksionisme pangan. Meningkatnya proteksionisme memicu kekacauan di pasar pangan global dengan pembatasan ekspor bahan pokok termasuk biji-bijian, minyak goreng, dan kacang-kacangan oleh beberapa negara. Mereka harus mengambil langkah-langkah tersebut untuk melindungi persediaan dengan latar belakang kenaikan inflasi.

Rusia dan Ukraina memberlakukan pembatasan ekspor gandum dan minyak bunga matahari. Indonesia, Argentina, dan Kazakhstan menghentikan penjualan produk-produk penting ke luar negeri untuk menahan lonjakan harga domestik.

Pemerintah dapat memperketat tindakan proteksionis akibat kenaikan harga pangan. Di negara-negara Asia, lonjakan baru dalam inflasi dan harga makanan bisa terjadi, para ekonom Nomura menekankan.

Harga tanaman pangan menyentuh rekor tertinggi selama krisis keuangan global tahun 2008. Saat itu, Ukraina dan pemasok utama lainnya mengurangi ekspor biji-bijian, sedangkan India dan Vietnam membatasi ekspor beras. Business Insider khawatir masa lalu tersebut akan terulang kembali. Langkah-langkah seperti itu hanya akan menaikkan harga, membawa dunia lebih dekat ke krisis pangan.

Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), saat ini Rusia merupakan eksportir gandum global terbesar, menyumbang 20% dari ekspor biji-bijian global. Dengan latar belakang konflik Rusia-Ukraina, negara tersebut telah memberlakukan sejumlah pembatasan ekspor makanan, termasuk larangan sementara pasokan gandum.

Gula dan biji bunga matahari adalah produk penting ekspori Rusia yang telah ditangguhkan. Pembatasan tersebut berlaku mulai April hingga Agustus 2022. Selain itu, Rusia juga memberlakukan kuota ekspor minyak bunga matahari untuk menahan lonjakan inflasi.

Ukraina, eksportir gandum global terbesar kelima, juga melarang penjualan beberapa bahan pokok ke luar negeri. Pemerintah menolak mengekspor produk esensial seperti gandum.

Indonesia, produsen minyak sawit terbesar dunia, melarang ekspor minyak nabati yang paling banyak digunakan. Penghentian pengiriman minyak goreng dan bahan bakunya dilakukan sebagai langkah untuk menghindari kelangkaan minyak di pasar domestik. Harga eceran minyak sawit meroket hingga 40% pada tahun 2022.

Argentina, pengekspor daging sapi terbesar kelima di dunia, untuk sementara menghentikan ekspor daging sapinya guna meredam inflasi yang tak terkendali di negara itu. Pada tahun 2021, inflasi di Argentina mencapai 50,9%, Reuters menunjukkan.

Kazakhstan juga membatasi ekspor gandum dan tepung terigu menyusul kenaikan harga domestik sebesar 30%. Larangan tersebut akan tetap berlaku hingga 15 Juni tahun ini. Kazakhstan merupakan pengekspor gandum terbesar, menyumbang 4% dari pasokan global.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...