Inggris akan memiliki cukup energi untuk melewati musim dingin 2023-2024, Bloomberg melaporkan, mengutip Grant Shapps, Menteri Bisnis dan Energi. Inggris memastikan hal tersebut berkat naiknya pasokan gas alam cair (LNG) dan permintaan yang terkendali.
Grant Shapps yakin bahwa Inggris akan dapat memastikan pasokan gas yang cukup untuk musim dingin mendatang.
“Pasar telah menemukan cara untuk mengirimkan lebih banyak LNG,” jelas Shapps. “Pertanyaannya bukanlah—seperti yang dikatakan orang di awal—akankah lampu padam?” melainkan “Berapa biayanya? Pasar akan memecahkan masalahnya.”
Sebelumnya, Menteri Bisnis dan Energi berjanji untuk menemukan kapasitas penyimpanan bahan bakar baru. Dia percaya bahwa negara tersebut memiliki sistem energi yang sangat bagus dan memandang pembatasan penggunaan listrik dan perangsangan produksi energi sebagai jalan keluar dari situasi yang sulit.
Menurut Bloomberg, Inggris sedang menghadapi musim dingin yang paling sulit dalam tujuh tahun. Industri energi sedang berjuang untuk tetap bertahan meski harga gas turun 70% sejak Agustus 2022. Namun demikian, pemotongan tersebut bersamaan dengan pengisian fasilitas penyimpanan gas membantu meringankan krisis energi. Inggris tidak lagi mengimpor LNG dari Rusia. Larangan LNG Rusia mulai berlaku pada 1 Januari 2023.
Inggris memiliki kapasitas penimbunan gas yang lebih sedikit daripada negara lain di Eropa. Meski demikian, bukan berarti pemerintahnya tidak bisa mengendalikan situasi energi. Sementara itu, negara masih bergantung pada impor energi. Namun, pada tahun 2022, hal itu menjadi semakin menantang karena berkurangnya pasokan gas Rusia ke Uni Eropa dan terjadinya berbagai pemadaman pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis.