Sebagian besar pakar kripto melihat bitcoin berayun dalam rentang luas antara $5.000 dan $25.000 pada tahun 2023. Ketidakstabilan harga tersebut dapat dikaitkan dengan keputusan suku bunga Fed. Para analis berasumsi bahwa BTC mungkin menguji level $10.000 dan bergerak turun karena saat ini tidak ada pendorong untuk mendukung pertumbuhannya. Lintasan kriptokurensi nomor satu ini sangat bergantung pada Federal Reserve AS dan laju pengetatan moneternya. Jika pemerintah AS mengambil langkah-langkah untuk merangsang ekonomi, bitcoin akan berpeluang pulih hingga $25.000. Pada awal Januari, kriptokurensi ini menguat di tengah berita bahwa inflasi di AS terus meningkat. Pelaku pasar memperkirakan regulator AS melonggarkan kebijakan moneternya di tengah data ekonomi makro yang dirilis, tetapi hal ini tidak pernah terjadi. Faktor positif lain yang menopang bitcoin adalah bantuan kepada para pengguna yang mengalami kerugian akibat crash FTX. BTC kemungkinan akan diuntungkan dari langkah ini. Fakta bahwa pengawas utama AS dapat mengajukan tuntutan hukum terhadap bursa kripto berperan besar dalam industri kripto. Sebelumnya, Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, mengatakan bahwa Rusia siap mengizinkan penggunaan kripto sebagai alat bayar dalam perdagangan internasional. Kementerian terbuka untuk saran semacam itu, tetapi menyatakan bahwa "pembayaran dalam kriptokurensi dengan mitra dagang lainnya harus nyaman bagi semua pihak."