CEO Twitter Elon Musk menyatakan bahwa perusahaan telah berhasil menstabilkan keuangannya setelah hampir bangkrut. Namun, perusahaan masih menghadapi masalah uang. Ternyata sejak Musk mengakuisisi Twitter, jejaring sosial populer itu beberapa kali berada di ambang kebangkrutan. Musk menyatakan bahwa dia menjalani tiga bulan yang "sangat sulit" karena "harus menyelamatkan Twitter dari kebangkrutan sambil memenuhi tugas penting Tesla & SpaceX". Pada Desember 2022, CEO menekankan bahwa Twitter tidak berada di jalur cepat menuju kebangkrutan. Sebelumnya, Musk menunjukkan bahwa situs microblogging itu seperti "pesawat yang menuju ke tanah dengan kecepatan tinggi, dengan mesin menyala, dan kontrol tidak berfungsi". Namun, pemimpin Twitter tersebut berjanji untuk menyelamatkan perusahaan melalui PHK dan pemotongan biaya. Tampaknya, rencana tersebut berhasil dengan bagus karena perusahaan tersebut terhindar dari kebangkrutan. "Tidak ingin rasa sakit itu menimpa siapa pun. Twitter masih memiliki tantangan, tetapi sekarang cenderung mencapai titik impas jika kita terus melakukannya. Dukungan publik sangat dihargai," jelas Musk. Dia menambahkan bahwa dia puas dengan jumlah pengguna aktif harian. Namun, pernyataan Musk bertolak belakang dengan fakta. Bulan lalu, saat menderita masalah keuangan, Twitter mengadakan lelang online untuk "kelebihan aset kantor perusahaan". Hal itu termasuk perabot kantor dan peralatan dapur. Kabarnya, raksasa media sosial tersebut memutuskan untuk melunasi sebagian dari utangnya senilai $13 miliar dengan menjual saham.