Investor asing bersikap optimis terhadap obligasi pemerintah Tiongkok, dan dengan penuh semangat membeli surat berharga dalam mata uang yuan.
Berdasarkan perkiraan terkini, aktivitas pembelian obligasi pemerintah Tiongkok mencapai puncaknya dalam empat bulan terakhir. Investasi luar negeri pada obligasi Tiongkok mencapai 42,2 miliar yuan ($5,8 miliar) pada Oktober 2023.
Sekuritas ini terdiri dari obligasi pemerintah Tiongkok senilai $1,7 miliar dan obligasi senilai lebih dari $4 miliar yang diterbitkan oleh lembaga keuangan besar seperti China Development Bank, China Agricultural Development Bank, dan Ekspor-Impor Bank Tiongkok.
Hebatnya, Beijing memiliki alasan bagus untuk merayakan kemenangan. Sebelumnya, investor global dan manajer dana lindung nilai (hedge fund) yang berpengaruh merasa pesimistis terhadap sekuritas Tiongkok. Beberapa pelaku pasar keluar dari pasar obligasi dan saham Tiongkok karena kecewa dengan rendahnya aktivitas konsumen dan khawatir akan kontraksi lebih lanjut di sektor manufaktur. Beberapa investor mengurangi kepemilikan mereka di sekuritas Tiongkok. Selain itu, jatuhnya pasar properti dan kegelisahan geopolitik juga menambah ketidakpastian investor.
Meskipun demikian, pihak berwenang Tiongkok tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Mereka memberikan langkah-langkah stimulus yang kuat pada pasar obligasi domestik. Pada pertengahan tahun 2023, Beijing menyederhanakan anggarannya dan meningkatkan penerbitan surat utang negara, yang bertujuan untuk merevitalisasi otoritas lokal.