Inflasi harga konsumen Indonesia meningkat untuk pertama kalinya dalam enam bulan pada bulan Agustus, meskipun sedikit dan lebih lambat dari prakiraan, data dari biro statistik menunjukkan pada hari Jumat. Indeks harga konsumen naik 3,27 persen year-on-year pada bulan Agustus, lebih cepat dibandingkan kenaikan 3,08 persen di bulan Juli. Para ekonom memperkirakan inflasi akan meningkat menjadi 3,33 persen. Apalagi, tingkat inflasi masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 2-4 persen. Sementara itu, inflasi inti melemah menjadi 2,18 persen pada bulan Agustus dari 2,43 persen pada bulan lalu. Para ekonom memperkirakan tingkat pertumbuhan sebesar 2,30 persen. Harga makanan, minuman, dan tembakau naik lebih pesat sebesar 3,51 persen per tahun di bulan Agustus, dibandingkan 1,90 persen di bulan Juli. Biaya transportasi meningkat 9,65 persen dibandingkan tahun lalu, dan biaya utilitas naik sebesar 1,40 persen. Dalam skala bulanan, harga konsumen turun tipis 0,02 persen di bulan Agustus, dibandingkan prakiraan penurunan sebesar 0,1 persen. Indeks harga konsumen inti naik 0,13 persen.