Surplus perdagangan luar negeri Indonesia menurun pada bulan September dibandingkan tahun lalu karena ekspor turun lebih cepat dibandingkan impor, menurut angka dari Badan Pusat Statistik pada hari Senin. Surplus perdagangan menyusut menjadi $3,42 miliar pada bulan September dari $4,96 miliar pada bulan yang sama tahun lalu. Para ekonom memperkirakan surplus sebesar $2,13 miliar. Pada bulan Agustus, surplusnya mencapai $3,12 miliar. Ekspor mencatat penurunan tahunan sebesar dua digit sebesar 16,17 persen pada bulan September, dibandingkan perkiraan penurunan sebesar 13,5 persen. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya permintaan luar negeri terhadap produk non-migas. Impor menurun tajam sebesar 12,45 persen dibandingkan tahun lalu, yang jauh lebih buruk dibandingkan penurunan sebesar 5,5 persen yang diperkirakan oleh para ekonom. Secara bulanan, ekspor menunjukkan penurunan sebesar 5,63 persen, dan impor turun 8,15 persen.