NeuroSense Therapeutics Ltd. (NRSN) telah mengumumkan hasil positif yang signifikan dari studi Paradigm Phase 2b selama 12 bulan mengenai PrimeC pada pasien yang menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS), sebuah penyakit neurodegeneratif yang mematikan. Studi tersebut melaporkan peningkatan sebesar 73 persen dalam kelangsungan hidup bebas komplikasi.
Sebelumnya, perusahaan bioteknologi ini mencatat bahwa progresi penyakit melambat sebesar 36 persen dan tingkat kelangsungan hidup meningkat sebesar 43 persen pada pasien yang diberikan PrimeC—kombinasi dosis tetap dari obat-obatan yang disetujui FDA yaitu ciprofloxacin dan celecoxib—dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo.
Alon Ben-Noon, CEO NeuroSense, menyatakan, "Hasil ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam studi klinis ALS dengan kontrol plasebo selama 12 bulan. Kami sangat ingin mempresentasikan temuan ini kepada FDA dan badan pengatur lainnya untuk menentukan langkah selanjutnya. Kami juga bermaksud untuk membagikan hasil ini dengan calon mitra yang saat ini sedang melakukan uji kelayakan."
Saat ini, saham NeuroSense diperdagangkan pada harga $1.06 di Nasdaq, turun sebesar 7.21 persen.