Pasokan uang M2 di Indonesia mengalami pelambatan pada bulan Mei 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data terbaru yang diperbarui pada 23 Juni 2025 menunjukkan bahwa indikator pasokan uang M2 berhenti pada angka 4,90%, menurun dari angka sebelumnya yang mencapai 5,20% pada bulan yang sama tahun lalu.
Melambatnya pertumbuhan M2 ini dapat menjadi sinyal penting bagi perekonomian Indonesia. Pasokan uang M2, yang mencakup jumlah uang tunai yang beredar dan simpanan tabungan, sering digunakan sebagai indikator likuiditas dalam perekonomian. Dengan penurunan pertumbuhan yang dicatat dari 5,20% menjadi 4,90%, pergerakan ini patut diwaspadai oleh setiap stakeholder ekonomi.
Pengurangan dalam laju pertumbuhan pasokan uang dapat mencerminkan strategi kebijakan moneter yang lebih ketat atau kemungkinan penurunan permintaan kredit di sektor swasta. Sektor finansial dan pelaku pasar akan melihat perkembangan ini dengan cermat guna menilai dampak yang mungkin terjadi terhadap inflasi, suku bunga, dan keputusan investasi di masa mendatang.