Futures tembaga turun menjadi sekitar $4,81 per pon pada hari Senin, membalikkan kenaikan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak negatif pada sentimen pasar. Tren penurunan ini mengikuti serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran selama akhir pekan, menandakan eskalasi signifikan saat Amerika Serikat bergabung dengan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Tindakan ini meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan pembalasan dari Teheran, termasuk potensi gangguan pengiriman minyak global melalui Selat Hormuz. Selain risiko geopolitik, tembaga juga mengalami tekanan dari meningkatnya kekhawatiran tentang potensi siklus pengurangan stok di Amerika Serikat. Analis memperingatkan bahwa setelah rincian tarif baru Presiden Donald Trump pada impor tembaga diselesaikan, pembeli Amerika—yang sebelumnya mempercepat pembelian awal tahun ini—mungkin secara drastis mengurangi pesanan, yang berkontribusi pada ketidakpastian permintaan jangka pendek.