Futures tembaga melonjak hingga sekitar $5,60 per pon pada hari Kamis, mendekati rekor tertinggi, setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif 50% pada impor tembaga akan diberlakukan mulai 1 Agustus. Dalam sebuah pernyataan di Truth Social, Trump menyebutkan bahwa keputusan ini diambil setelah tinjauan keamanan nasional, menekankan pentingnya tembaga secara strategis. Dia menyoroti perannya sebagai bahan kedua yang paling banyak digunakan oleh Departemen Pertahanan dan aplikasinya yang penting di sektor-sektor seperti semikonduktor, kedirgantaraan, amunisi, pusat data, baterai lithium-ion, sistem radar, pertahanan rudal, dan senjata hipersonik. Perkembangan ini menyebabkan premi 25% yang memecahkan rekor pada futures tembaga AS dibandingkan dengan kontrak di London Metal Exchange, sementara indeks internasional menurun. Pergeseran ini menunjukkan penghentian penumpukan stok domestik yang terus meningkat, karena para pedagang telah menyalurkan tembaga ke AS sejak ancaman tarif pada logam dasar muncul pada bulan Februari.