Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun turun menjadi sekitar 1,49% pada hari Kamis, mundur dari level tertinggi beberapa minggu terakhir, seiring dengan penurunan yang lebih luas pada imbal hasil Treasury AS. Perubahan ini terjadi setelah rilis risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve, yang mengungkapkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan terbuka untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga di akhir tahun. Selain itu, meningkatnya ketegangan perdagangan mempengaruhi sentimen pasar, karena negosiasi antara AS dan Jepang tampaknya mengalami kebuntuan, terutama terkait perlindungan Jepang terhadap pasar berasnya. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 25% pada barang-barang Jepang, yang akan berlaku mulai 1 Agustus, secara eksplisit menolak perpanjangan tenggat waktu ini. Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyebut langkah-langkah tersebut sebagai "sangat disesalkan," namun menegaskan kembali komitmen Tokyo untuk melanjutkan diskusi dengan Washington dengan harapan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Sebuah lembaga think tank lokal memproyeksikan bahwa tarif tersebut berpotensi menurunkan PDB Jepang sebesar 0,8% pada tahun 2025 dan sebesar 1,9% secara kumulatif hingga tahun 2029.