Imbal hasil pada Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun India tetap berada di sekitar 6,66%, diperdagangkan dengan stabil dalam rentang sempit. Tren ini mencerminkan antisipasi investor terkait peningkatan pinjaman pemerintah untuk tahun fiskal 2027. Analis dari bank asing Citi dan DBS memperkirakan pinjaman bersih akan meningkat menjadi sekitar INR 11,8–12 triliun, dibandingkan dengan INR 11,4 triliun yang diproyeksikan untuk FY 2026. Sementara itu, penerbitan bruto diperkirakan akan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, diperkirakan antara INR 16,5 triliun dan INR 16,8 triliun. Pelaku pasar memperhatikan dengan seksama pengumuman anggaran FY 2027 yang akan datang pada tanggal 1 Februari, yang akan menguraikan strategi pinjaman, tujuan defisit fiskal, dan rasio utang terhadap PDB—indikator kunci yang akan membentuk sentimen investor di pasar obligasi. Selain itu, suasana di kalangan investor cukup optimis, karena penurunan imbal hasil Treasury AS sedikit menetralkan kenaikan sebelumnya, sementara pedagang menilai pergeseran imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dan fluktuasi umum dalam dolar.