Ringgit Malaysia telah menguat hingga sekitar 3,97 terhadap dolar AS, mencapai nilai tertingginya sejak Juni 2018. Kenaikan ini didorong oleh optimisme terkait keterlibatan strategis Malaysia dalam rantai pasokan kecerdasan buatan dan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat. Momentum ekonomi negara ini diperkirakan akan tetap kokoh tahun ini, didukung oleh permintaan domestik yang tangguh dan prospek pariwisata yang menjanjikan. Selain itu, peningkatan ekspor teknologi dan pertumbuhan pesat sektor pusat data menarik investasi asing baru, semakin meningkatkan prospek jangka menengah Malaysia. Sementara itu, ekspektasi bahwa Bank Negara Malaysia akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk jangka waktu yang lama—dikombinasikan dengan potensi pelonggaran oleh Federal Reserve—dapat mengurangi perbedaan suku bunga antara AS dan Malaysia, lebih lanjut memperkuat kinerja ringgit terhadap mata uang regional lainnya. Ringgit telah melampaui proyeksi analis untuk kuartal pertama, menjadikannya mata uang dengan kinerja terbaik di Asia sejauh ini pada bulan Januari.