Saham-saham Indonesia naik 95 poin, atau 1,0%, mencapai 9.046 pada perdagangan awal Senin, secara efektif menghentikan penurunan selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh keuntungan yang meluas, terutama di sektor seperti bahan dasar, transportasi, dan energi. Investor yang mencari penawaran memasuki pasar setelah IDX Composite jatuh dari rekor tertinggi yang dicapai minggu lalu. Pilihan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga kunci tidak berubah untuk pertemuan keempat berturut-turut tahun ini menunjukkan prioritas dewan untuk menjaga kredibilitas rupiah daripada pelonggaran kebijakan yang kecil. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun 2026 menjadi 5,1% dari 4,9%, meningkatkan kepercayaan pada strategi fiskal pro-pertumbuhan negara tersebut menjelang angka PDB kuartal keempat yang diharapkan pada awal Februari. Namun, kenaikan pasar tambahan dibatasi oleh penurunan tajam pada futures AS, karena para pedagang bersiap untuk potensi volatilitas yang berasal dari kekhawatiran geopolitik di Greenland dan Iran, ancaman tarif baru ke Kanada, dan keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan datang. Performa menonjol termasuk Aneka Tambang, yang melonjak 11,7%, Archi Indonesia dengan kenaikan 7,0%, Vale Indonesia naik 4,4%, dan Medco Energi meningkat 4,3%.