Harga emas naik di atas $5.070 per ounce pada hari Selasa, mendekati level tertinggi dua minggu, seiring data terbaru AS memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve yang lebih akomodatif. Serangkaian indikator aktivitas yang lebih lemah sudah menggeser ekspektasi suku bunga: penjualan ritel Desember secara tak terduga stagnan, kelompok kontrol PDB turun 0,1%, lowongan pekerjaan jatuh ke level terendah sejak 2020, dan pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta berada di bawah perkiraan. Secara keseluruhan, perkembangan ini menunjukkan melemahnya permintaan dan meredanya tekanan inflasi.
Data tersebut telah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga dan memperkuat prospek pelonggaran kebijakan akhir tahun ini, sehingga memperbaiki fundamental bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Permintaan dari otoritas resmi juga tetap menjadi penopang struktural utama, dengan bank sentral China memperpanjang tren pembelian emasnya untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari. Pada saat yang sama, risiko geopolitik terus menopang arus ke aset safe haven, karena ketegangan antara AS dan Iran berlanjut meskipun ada kemajuan diplomatik yang masih tentatif, sehingga membantu membatasi risiko penurunan harga emas.